THE KNOWER,KNOWING,KNOWLEDGE

The Knower

Kemampuan (the Knower) untuk mengetahui diperoleh dari:

  1. Kemampuan Kognitif ialah kemampuan untuk mengetahui (mengerti, memahami, menghayati). landasannya adalah akal atau ratio. Kognisi ansich adalah netral, namun kenyataannya kena “kognitif syndrome”
  2. Kemampuan Afectif ialah kemampuan untuk merasakan apa yang diketahuinya itu ialah rasa cinta (love), rasa indah (beauty). Rasa inilah yang menghubungkann manusia dengan kegaiban, sumber kreativitas. Rasa tidak mempunyai patokan, Rasa sekaligus keagungan dan kelemahan manusia
  3. Kemampuan Konatif ialah kemampuan untuk mencapai apa yang dirasakan itu. Konasi adalah will atau karsa (kemauan, keinginan, hasrat) ialah Daya dorong untuk mencapai/menjauhi apa yang didiktekan rasa. Rasa yg memutuskan, dibenci atau dicintai, dinyatakan indah atau buruk .

Dasar dari ketiga kemampuan di atas adalah KESADARAN (consciousness);

  • CONSCIOUSNESS merupakan bukti keperi-adaan Descartes; cogito ergo sum ; saya berpikir, maka saya ada.

Knowing atau Nalar/Berfikir

Kesadaran adalah landasan untuk nalar / berpikir Apa yg dipikirkan manusia? Ialah yang  dpt

diindera (experience) Berpikir empirikal  dan Yang tidak dapat diindera (beyond experience, metafisik), Berpikir transcendental, Diperoleh melalui pemberitaan (wahyu) (divine revelation)

Logika, matematika, statistika

Ketiga-tiganya merupakan media dan alat komunikasi nalar dan ketiganya berpatokan (rules), dgn tanda-tanda /sinyal dgn definisi yg ketat . Matematika dan logika  = deduksi (inference) sementara induksi adalah rules bagi statistika.

Logika atau matematika berbentuk form, wadah bagi berbagai content, rules berlaku untuk form, jadikebenarannya adalah kebenaran form. Kebenaran conten,  Bukan jaminan! Kebenaran content bergantung pada premis-premis. Jadi form without conternt is empty.

Knowledge

Berhubungan dengan kepercayaan; reliabilitas dan soliditas dari external world, yang kita tangkap melalui sense of perception, tidak lepas dari memory dan bayangan obyek-obyek sebelumnya. Pencarian atau penemuan knowledge ialah fungsi dari sain, sedangkan fungsi filsafat adalah clarification dari penemuan itu.

Masalah – Masalah

  1. External world. hanya berkisar pada knowability dalam rangka pengujian hypothesis (warisan ilmu alamiah, dalam rangka menguji hipotesis)
  2. Persepsi dan memory. Persepsi mengacu pada keyakinan adanya external world yng dihuni oleh obyek-obyek yang nyata. Memory, benarkah itu yang terjadi masa lalu? Bagaimana bila ingatan itu salah?
  3. Analysis bahasa. Sejauh mana keterkaitan antara obyek material dengan lambang (kata) yang dibuat untuk itu?
  4. Masalah Komunikasi. Berkomunikasi atau bermiskomunikasi.dan apa yang dikomunikasikan itu

Tugas kuliah Filsafat ilmu ^^ semoga berguna bagi yang membaca.Image

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: